PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati kembali menegaskan komitmennya terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI. Pada Selasa (19/11), Lapas Pati menggelar kegiatan strategis dengan menebar 30 ribu bibit udang panami air tawar di area budidaya yang telah disiapkan dengan cermat.
Kepala Lapas Pati, Suprihadi, memimpin langsung proses penebaran bibit yang juga menjadi bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini bukan hanya sekadar langkah untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga wujud nyata inovasi di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin memberdayakan seluruh potensi yang ada di Lapas, sekaligus menciptakan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional. Budidaya udang ini kami harapkan bisa menjadi inspirasi bagi Lapas lain di Indonesia,” ungkap Suprihadi.
Bibit udang panami yang diperoleh dari peternak Desa Pangkalan ditargetkan akan dipanen dalam waktu empat bulan. Area budidaya di Lapas telah dirancang sesuai standar untuk memastikan pertumbuhan udang yang optimal.
Kasi Adm Kamtib, Zove Ardani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, optimistis program ini akan memberikan hasil yang signifikan. “Kami melihat ini sebagai langkah awal yang sangat baik. Jika panen nanti sukses, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan internal warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Pendampingan teknis juga diberikan oleh Solikin, seorang peternak udang berpengalaman dari Desa Pangkalan. Ia memberikan panduan detail kepada petugas Lapas terkait pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga pemeliharaan harian. “Kunci keberhasilan ada pada konsistensi perawatan. Jika dikelola dengan baik, hasilnya akan sangat memuaskan,” ujar Solikin.
Program ini bukan hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga memiliki nilai pembinaan bagi warga binaan. Budidaya udang panami di Lapas Pati diharapkan menjadi model pemberdayaan yang inovatif, memperkaya keterampilan warga binaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui langkah ini, Lapas Pati sekali lagi menunjukkan bahwa pemasyarakatan dapat menjadi motor penggerak perubahan dan solusi, tidak hanya bagi para warga binaan tetapi juga untuk mendukung visi Indonesia sebagai bangsa yang tangguh dan mandiri dalam pangan.
Editor : Ar
